Pengontrolan Wipper

Wiper adalah salah satu perangkat mekanik yang menjadi standard of vehicle equipment, artinya suatu mobil tidak akan layak untuk dipasarkan ataupun tidak diizinkan berada dijalan apabila salah satu standarnya tidak dipenuhi. Pengontrolan wiper yang memiliki banyak sekali mode kecepatan menghasilkan kerja yang tidak efisien dan dapat membuat pengemudi menjadi bingung. Untuk itu dibutuhkan sebuah sistem otomatis yang dapat menggerakan wiper sesuai dengan kondisi hujan yang turun. Dengan membuat sistem kontrol otomatis pengaturan delay wiper yang didapatkan dari perubahan nilai phototransistor akibat deras hujan yang mengaliri kaca, maka perubahan nilai yang telah dikonversikan menjadi nilai tegangan ini akan diolah pada mikrokontroller menggunakan logika fuzzy sehingga didapatkan keluaran berupa delay dalam satuan waktu sehingga wiper dapat bekerja sesuai deras hujan yang turun. Dengan menggunakan 8 buah phototransistor sebagai masukan sistem dengan rentang nilai sebesar 0 hingga 5 volt, nilai pembacaan sensor memliki deviasi kurang dari 10% dari nilai ketentuannya. Komsumsi baterai terbesar terjadi pada percobaan manual dengan kecepatan tinggi sebesar 0,24 volt. 

Komponen pengontrolan wiper

Motor Wiper

Motor wiper merupakan bagian dari sistem wiper yang berfungsi sebagai penggerak wiper. Motor wiper yang digunakan ini adalah motor magnet dengan gigi reduksi. Ada dua tipe yang digunakan untuk menimbulkan medan magnet pada motor, yaitu tipe wound rotor yang menggunakan lilitan coil untuk menghasilkan elektromagnet dan tipe ferrite magnet yang menggunakan ferrite magnet permanen. 

Akhir-akhir ini, tipe motor wiper yang sering digunakan adalah tipe ferrite magnet dikarenakan tipe motor wiper ini memiliki ukuran yang kecil, beratnya yang lebih ringan dan menggunakan motor DC.


Wiper link



Wiper link atau tuas wiper ini berfungsi untuk merubah gerakan putar dari motor wiper menjadi gerakan bolak balik kiri kanan. Sistem wiper pada bagian depan mobil pada umumnya menggunakan dua buah blade, mekanisme untuk menggerakkan kedua blade ini menggunakan sistem paralel tandem. 

Ketika wiper dihidupkan maka motor wiper akan memutar crank arm sehingga batang penghubung pada saat ini akan saling tarik dorong. Hal tersebut akan membuat wiper arm bekerja bergerak setengah lingkaran mengelilingi poros pivot. Linking rod (batang penghubung) yang terpasang pada kedua arm wiper ini akan membuat kedua blade bekerja secara paralel (bersamaan).


Wiper Arm (lengan wiper)



Wiper arm atau lengan wiper terdiri dari head yang berfungsi untuk mengikaat wiper arm dengan wiper shaft, pegas yang berfungsi untuk menahan blade, arm piece yang berfungsi untuk pemasangan blade serta retainer untuk menahan keseluruhannya.

Pada saat wiper tidak dioperasikan maka dapat menganggu penglihatan pengendara, maka dari itu sistem wiper juga dilengkapi dengan concealed wiper yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan wiper ketika tidak beroperasi yang terletak diantara kaca mobil dan kap mesin. Concealed wiper dibagi menjadi dua tipe yaitu semi concealed dan tipe full concealed.

Tipe semi concealed ini hanya lengan wiper (wiper arm) yang disimpan atau tertutup sedangkan bagian blade terlihat. Sedangkan tipe full concealed ini lengan wiper dan blade tersimpan atau tertutup.


Wiper Blade


Wiper blade terdiri dari sebuah karet yang berfungsi untuk membersihkan permukaan kaca,  kombinasi dari leaf spring packing serta lever dan clip untuk memasang blade pada bagian lengan wiper.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memasang blade pada arm, beberapa cara tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini


Komentar